Langsung ke konten utama
Halaman ini bukan daftar file semata. Tujuannya adalah memberi urutan kerja yang lebih praktis berdasarkan hasil akhir yang kamu mau.

Pilihan resep

TujuanMulai dari file iniBiasanya juga perlu cek
Ganti nama dan identitas produkconfig/site.tslogo, metadata image, copy landing page
Ganti pricing dan paketconfig/subscriptions.tsbilling page, pricing section, AI limit
Hilangkan waitlist atau contact.env, config/navigation.tsCTA landing page, menu publik
Jadikan portal member atau clientconfig/navigation.tsdashboard section, settings, role model
Rapikan halaman marketingcomponents/sections/*about, compare, roadmap, status, blog
White-label untuk kliensemua config inti + legal pageenv production, sender email, domain klien

Resep per tujuan

Urutan yang disarankan:
  1. Ubah config/site.ts.
  2. Ganti logo, opengraph image, dan twitter image.
  3. Ganti headline, subheadline, CTA, dan FAQ di components/sections/*.
  4. Review halaman about, contact, privacy, dan terms.
  5. Pastikan metadata di halaman penting tidak lagi menyebut KilatKoding.
Cek akhir:
  • nama produk konsisten di landing page, dashboard, email, dan metadata,
  • URL live dan sender email sesuai brand baru.
Cocok kalau kamu tidak butuh semua halaman marketing bawaan.Lakukan:
  1. Pilih fitur aktif lewat toggle.
  2. Edit config/navigation.ts agar hanya halaman yang dipakai yang tampil.
  3. Hapus atau ganti copy halaman yang terlalu generik seperti compare, open, atau roadmap.
  4. Sesuaikan config/subscriptions.ts dengan plan produkmu.
  5. Uji billing flow end-to-end.
Hasil yang diinginkan:
  • user tidak melihat jalur yang tidak relevan,
  • pricing dan benefit terasa seperti produkmu sendiri.
Fokus utamanya:
  • auth tetap aktif,
  • payments opsional,
  • navigasi dashboard disederhanakan,
  • landing page tidak lagi terlalu menjual subscription kalau akses tidak dibeli publik.
Langkah umum:
  1. Nonaktifkan payments jika tidak dibutuhkan.
  2. Sederhanakan section marketing.
  3. Ubah dashboard menjadi area kerja, member portal, atau client hub.
  4. Tambahkan field profile atau data domain produk kalau diperlukan developer.
Pendekatan aman:
  1. Matikan modul lewat NEXT_PUBLIC_ENABLE_*.
  2. Jalankan npm run env:check.
  3. Hapus atau sesuaikan link navigasi.
  4. Ubah CTA dan copy yang masih menyebut fitur itu.
  5. Test ulang halaman yang terpengaruh.
Jangan mulai dari menghapus file, kecuali kamu memang sudah yakin modifikasi repo akan permanen.
Checklist utamanya:
  • semua copy dan asset brand diganti,
  • sender email dan inbox contact milik klien,
  • domain production milik klien,
  • callback auth dan webhook provider memakai domain klien,
  • legal page dan pricing sesuai kesepakatan klien,
  • data roadmap, status, dan open startup tidak tertinggal dari template lama.
Area yang paling sering terlewat:
  • EMAIL_FROM,
  • ADMIN_EMAILS,
  • blog post contoh,
  • metadata preview image,
  • halaman legal.

Rules of thumb saat rebrand

  • mulai dari config dan copy, bukan dari refactor file besar,
  • matikan fitur dulu sebelum menghapusnya,
  • pastikan pricing, email, legal, dan navigasi ikut berubah, bukan hanya hero section,
  • cek ulang area internal seperti dashboard dan admin, bukan cuma halaman publik.
Kalau kamu butuh pembagian kerja yang lebih jelas antara owner produk dan developer saat rebrand, baca Tanpa coding vs perlu developer.