Halaman ini ditulis supaya founder, operator, marketer, dan developer bisa membagi kerja dengan lebih realistis. Tujuannya bukan membatasi siapa boleh mengerjakan apa, tetapi mengurangi kebingungan dan rework.
Ringkasan cepat
| Jenis pekerjaan | Biasanya bisa tanpa coding | Biasanya kolaboratif | Biasanya perlu developer |
|---|---|---|---|
| Menentukan fitur aktif | Ya | Ya | Tidak wajib |
| Menyiapkan akun Supabase, Resend, Midtrans, Doku, OpenAI | Ya | Ya | Tidak wajib, tetapi developer tetap perlu validasi |
| Mengubah copy, legal, pricing policy, CTA, dan positioning | Ya | Ya | Tidak wajib |
Mengisi .env production | Ya, kalau paham dashboard provider | Ya | Sering tetap butuh review developer |
| Mengubah route, dashboard, database schema, webhook logic, atau AI UX | Tidak | Ya | Ya |
| Men-debug incident runtime | Tidak | Ya | Ya |
Yang biasanya bisa kamu kerjakan tanpa coding
Kamu biasanya bisa menangani area ini sendiri atau bersama AI assistant, selama tetap ada review akhir:- memilih modul yang ingin diaktifkan atau dimatikan,
- membuat akun layanan pihak ketiga,
- menyiapkan domain, sender email, redirect URL, dan webhook URL di dashboard provider,
- menulis ulang copy landing page, FAQ, pricing copy, legal page, dan artikel blog,
- menentukan struktur paket dan benefit plan dari sisi bisnis,
- memutuskan apakah produk butuh waitlist, contact form, admin, payments, atau AI,
- menjalankan checklist launch dari sisi operasional.
Yang biasanya paling efektif dikerjakan bareng developer
Area ini sering bisa dipersiapkan non-tech, tetapi eksekusinya lebih aman kalau dikerjakan kolaboratif:- mengisi environment variables production,
- menguji flow login, payment, webhook, avatar, dan AI,
- memutuskan halaman mana yang dihapus dari navigasi,
- mengganti preset desain marketing lalu menyesuaikan styling global,
- meninjau data admin, audit log, dan health check sebelum launch,
- memetakan use case produk ke kombinasi toggle dan layanan yang tepat.
Yang memang perlu developer
Area berikut biasanya bukan pekerjaan non-coding:- menambah tabel baru, mengubah relasi database, atau menulis migration,
- mengubah route handler, webhook verification, atau business logic billing,
- menambahkan provider baru selain yang sudah ada,
- mengubah auth flow, access control, atau permission model,
- membangun UI dashboard baru yang belum tersedia,
- menghubungkan AI route ke pengalaman produk yang nyata,
- men-debug error build, error runtime, atau response API yang tidak sesuai.
Tugas berdasarkan peran
Kalau kamu founder atau operator produk
Kalau kamu founder atau operator produk
Fokus paling efektif biasanya ada di:
- menentukan use case produk,
- memilih fitur yang aktif,
- menyiapkan akun provider,
- menulis positioning, pricing, FAQ, legal, dan konten marketing,
- memimpin checklist launch.
Kalau kamu marketer atau content owner
Kalau kamu marketer atau content owner
Area yang paling cocok:
- landing page copy,
- CTA dan headline,
- isi halaman
about,compare,roadmap,status, danblog, - materi onboarding, email copy, dan FAQ,
- pengujian apakah narasi produk sudah konsisten.
Kalau kamu developer
Kalau kamu developer
Area yang biasanya jadi tanggung jawabmu:
- local setup dan deployment,
- env validation,
- perubahan route, component, dan schema,
- billing dan webhook,
- AI integration,
- troubleshooting runtime dan observability.
Kalau kamu memakai AI coding assistant
Kalau kamu memakai AI coding assistant
AI coding assistant paling berguna untuk:
- mengubah copy dan layout sederhana,
- menerapkan rebranding yang jelas,
- membuat perubahan UI yang bounded,
- membantu refactor kecil atau membaca codebase.
Tanda kamu sudah masuk area developer-only
Pause dan libatkan developer kalau kamu sudah menyentuh salah satu hal ini:- perlu mengubah file di
app/api/, - perlu mengubah migration di
supabase/migrations/, - perlu menambah field baru ke dashboard atau database,
- perlu menambah provider baru,
- perlu memperbaiki incident yang sudah menyentuh billing, admin, webhook, atau AI runtime.
Cara membagi kerja yang paling aman
- Non-tech memutuskan use case, fitur aktif, pricing, copy, dan akun provider.
- Developer menerjemahkan keputusan itu ke env, route, UI, dan database.
- Keduanya menguji flow penting bersama sebelum launch.
- Incident production dibahas dengan bahasa operasional dulu, baru turun ke detail teknis.