Waitlist adalah fitur yang paling berguna saat kamu belum ingin membuka aplikasi penuh, tetapi sudah ingin menguji minat pasar dan mengumpulkan calon user.
Apa yang termasuk di fitur ini
- halaman
/waitlist
- route
POST /api/waitlist
- penyimpanan data pendaftaran waitlist
Route dan endpoint terkait
| Route atau endpoint | Jenis | Fungsi |
|---|
/waitlist | Halaman publik | Form waitlist untuk calon user |
POST /api/waitlist | API mutation | Menyimpan pendaftaran waitlist |
Siapa yang memakainya
- calon user,
- founder yang sedang validasi demand,
- tim marketing yang menjalankan pre-launch funnel.
Dependensi utama
| Item | Wajib? | Catatan |
|---|
NEXT_PUBLIC_ENABLE_WAITLIST=true | Ya | Menyalakan halaman dan API waitlist |
NEXT_PUBLIC_SUPABASE_URL | Ya | Dibutuhkan untuk simpan data |
NEXT_PUBLIC_SUPABASE_PUBLISHABLE_KEY | Ya | Dibutuhkan untuk akses client yang relevan |
| Migrasi tabel waitlist | Ya | Tabel harus siap menerima signup |
Yang biasanya dikustomisasi
- CTA waitlist,
- copy validasi demand,
- value proposition pre-launch,
- pesan sukses dan duplikat submission,
- hubungan waitlist dengan hero dan landing page funnel.
Kapan fitur ini dimatikan
Biasanya dimatikan saat:
- produk sudah dibuka penuh,
- funnel utama pindah ke signup atau checkout,
- waitlist tidak lagi relevan dengan positioning produk.
Checklist verifikasi
/waitlist bisa dibuka.
- Submit email baru berhasil.
- Submit email duplikat memberi pesan yang jelas.
- CTA publik mengarah ke waitlist saat memang itu funnel utamanya.
- Tidak ada CTA ke dashboard atau billing kalau produk baru tahap waitlist.